skin kampung indian: Biografi Bupati Bandung R.A.A. Wiranata Kusumah

Biografi Bupati Bandung R.A.A. Wiranata Kusumah


R.A.A. Wiranata Kusumah
BENDERA NEGARA PASUNDAN


Dalam pergerakan Nasional,kiprah Dalem Haji tidak main-main. jabatan-jabatan beliau dalam mempersiapkan kemerdekaan adalah menjadi anggota Badan Penyidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPAKI). Selama menjadi anggota badan-badan tersebut, R.A.A.Wiranatakusumah selalu memberikan usul-usul dan pendapat-pendapatnya dapat diterima menjadi sebuah keputusan.

Selain itu,R.A.A.Wiranatakusumah turut menyusun anggota kabinet RI yang pertama. Dalam kabinet tersebut,beliau mendapat kepercayaan menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Tidak lama setelah itu,Pemerintah RI hijrah ke Yogyakarta dan ketika disana R.A.A.Wiranatakusumah dikukuhkan menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Agung(DPA).

Ketika menjabat ketua DPA di Yogyakarta,datanglah utusan dari Negara Pasundan yang dipimpin oleh Mr. Djumhana dan meminta R.A.A.Wiranatakusumah menjadi wali Negara Pasundan. Dengan mempertimbangkan dan konsultasi bersama Bung Karno maka beliau pada tahun 1948 menerima kedudukan sebagai Wali Negara Pasundan. 

Dalam pengangkatan dirinya,R.A.A. Wiranatakusumah berkata " Tentu saja saya terima pengangkatan diri atas saya,meskipun dalam prinsip,saya tidak bermufakat dengan maksud untuk memisahkan Jawa-Barat dari Republik,oleh karena saya sadari dari permulaan senantiasa dari Republik. Saya percaya Pemerintah Republik tidak akan memajukan keberatannya lantaran saya,apabila nanti sudah berada di Jawa-Barat,bisa bekerja lebih banyak buat Nusa dan Bangsa,daripada seperti apa yang telah dilakukan di zaman lampau.

Satu tahun setelah penyerahan kedaulatan 27 Desember 1949,satu persatu negara bagian membubarkan diri dan setelah Negara Pasundan bubar,R.A.A.Wiranatakusumah mengajukan pensiun dan menarik diri dari kegiatan politik.

Dalam mengisi masa pensiunya,R.A.A.Wiranatakusumah bersama R.Ema Bratakusumah,Dr.Junjunan Setiakusumah,Setia Senjaya dan Sukanda Bratamanggala sempat membina kegiatan kemasyarakatan kesundaan yang bernama Daya Sunda.

R.A.A.Wiranantakusumah turut pula mensponsori berdirinya Universitas Pajajaran (UNPAD). Dengan segala perencanaan dan segala kegiatannya akhirnya salah satu Universitas terkenal di Tanah Air bahkan sampai ke luar Negeri dapat berdiri kokoh sampai saat ini.

Pada tanggal 22 januari 1965,R.A.A.Wirananatakusumah wafat meninggalkan hasil pemikiran dan karya-karyanya yang bermanfaat sampai sekarang. Beliau adalah sosok nasionalis yang modern tetapi tidak melupakan jati dirinya yang berasal dari Tanah Sunda. Beliau adalah salah seorang negarawan yang nyantri dan merakyat yang selalu turun untuk mendengarkan keluh kesah masyarakat. Dan bagi masyarakat Bandung harus merasa bangga memiliki sosok Dalem Haji ini karena atas prakarsa beliau,Bandung menjadi Ibukota Propinsi Jawa-Barat.

Penerus R.A.A.Wiranatakusumah yang mengikuti jejak karir sebagai Bupati adalah R.Tumenggung Male Wiranatakusumah VI (1948-1956) atau sering disapa Aom Male.

(Sumber:Majalah Sundawani Februari 2011.oleh:Agung Mirza Ismail)


DIJUAL BUKU-BUKU LAWAS ... !!!