skin kampung indian: Biografi Franz Wilhelm Junghuhn Dan Sejarah Perkebunan Kina Di Pulau Jawa

Biografi Franz Wilhelm Junghuhn
Dan
Sejarah Perkebunan Kina Di Pulau Jawa





franz_wilhelm_junghun


FRANZ WILHELM JUNGHUHN SANG "HUMBOLDT DARI JAWA Sebutan sebagai"Humboldt dari Jawa" itu pun sekarang,kalau dilihat ke belakang, masih cocok. bahkan dalam arti ganda. Tidak hanya karena Alexander von Humboldt dalam bukunya,terdiri dari 5 jilid,yang berjudul "Cosmos",pada bagian-bagian tentang pulau -pulau di Asia Tenggara,yang topografinya dan gunung-gunung berapinya selalu merujuk pada keterangan Junghuhn.

Akan tetapi juga laporan-laporan besar tentang ilmu pengetahuan alam yang dibuat oleh Junghuhn tentang Sumatra  dan Jawa sampai sekarang masih dianggap sebagai mendasar dan juga masih enak dibaca. 

Gambar-gambar cat air yang ada pada buku tersebut membuat buku-buku ini menjadi sesuatu yang dicari di toko-toko buku bekas. Tetapi bukan penelitian-penelitian dan penerbitan-penerbitan itu saja yang menyebabkan nama Junghuhn tidak dapat dilupakan. Dialah juga yang bersama-sama dengan dengan H.J. Habkal,yang membawa pohon kina ke Jawa dan berkat itu,maka Hidia-Belanda menjadi salah satu eksportir kina terbesar didunia pada abad ke-19.

pada awalnya tidak ada pertanda dalam diri Junghuhn,yang menunjukan bahwa dia akan berkarir di alam ilmu pengetahuan. Tapi setelah jalan yang berliku-liku,hingga akhirnya menemukan pulau-pulau di Hindia-Timur sebagai temannya,adalah justru darah petualangan,yang mendorong dirinya dan penelitiannya ke daerah-daerah yang masih belum dikenal. Dia bukan tipe petualang cendikiawan dibekang meja.

Jalan-jalan mana saja yang dilaluinya ? Lahir tahun 1809 di Manfeld di daerah Sachsen-Anhalt,ayahnya menginginkan,agar Junghuhn menjadi seorang pemangkas rambut. Tetapi ia menentang ayahnya dan masuk ke Universitas Halle,disana tidak berhasil selesai,lalu mencoba nasibnya sebagai pemain sandiwara,namun itupun kembali tidak berhasil dan lalu ia mencoba bunuh diri.

Setelah beberapa waktu berdiam diri dirumah,lalu dia pergi ke Berlin,disana ia menempuh ujian kedokteran,lalu kemudian menjadi Dokter tentara. Dalam suatu perkelahian,dia melukai lawannya hingga mati,sehingga dia di hukum selama 10 tahun dibenteng Ehrenbreitstein. Setelah beberapa minggu,dia berhasil melarikan diri dan berpetualang ke Paris,dimana akhirnya dia menjadi tentara bayaran ke Aljajair.

Ketika pulang pada tahun 1832,dia mandengar tentang persiapan-persiapan satu eskpedisi ilmu pengetauan  dari Belanda ke Jawa,mencoba lagi ujian kedokteran, kali ini di Utretch dan kemudian pergi ke Jawa sebagai "perwira kesehatan kelas 3". Tahun 1835 dia tiba di Batavia.

Ketika bekerja sebagai dokter,awalnya dirumah-rumah sakit di Weltevreden (Gambir tempo doeloe),daerah elite di Batavia, Semarang dan Yogjakarta,dia sudah mulai keliling Jawa,mendaki gunung-gunung di berapi Jawa-Tengah,malakukan pengukuran-pengukuran,mengadakan penelitian dan membuat laporan. atasan langsungnya,Dr.frize,menjadi tertarik kepadanya,karena pekerjaan-pekerjaanya ini,sehingga memberi kesempatan kepadanya untuk melakukan berbagai perjalanan lagi ke Jawa-Timur dan Jawa-Barat, guna keperluan peenelitian-penelitian dan bahkan turut serta mendampinginya.

Meskipun dia dinaikan pangkatnya menjadi perwira kesehatan kelas 2, Junghuhn bercita-cita agar Fritze mempromosikannya menjadi anggota " Komisi Ilmu Alam " pemerintah kolonial. persahabatannya dengan Gubernur Jendral P.Merkus,yang baru dikenal setelah kematian sponsornya yang pertama,akhirnya memberi kesempatan kepadanya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan penelitian secara luas sejak tahun 1840,yang lalu membuatnya menjadi terkenal. bersamaan dengan itu Pemerintah Belanda mengusahakan,agar karya-karyanya dapat diterbitkan.

Karya besarnya yang pertama diterbitkan oleh " Nees van Esenbeck" tahun 1845,yang berjudul  " Perjalanan Topografis dan Ilmu Pengetahuan Alam Berkeliling Jawa". Kemudian tahun 1847 disusul karya berjudul " Tanah Batak di Sumatra ",yang terbit sekaligus dalam bahasa Belanda dan bahasa Jerman. karya utama Junghuhn" Java Seine Gestalt,Pflantezendecke und innere bauart " terbit dalam bahasa Belanda sejak tahun 1849 dalam 3 jilid,diterjemahkan oleh H.J. HaBkarl 1852-1854 juga di Leipzig. Buku ini dianggap sebagai salah satu" Monografi geografis terpenting,yang yang dapat ditunjukan  oleh hanya sedikit saja sastra jerman", sebagaimana yang tertera pada nama " Junghuhn " dalam daftar nama buku" Biografi Umum Jerman" dalam jilid ke 14,yang terbit tahun 1818 di Leipzig.

Antara tahun 1848 dan 1851,Junghuhn yang ketika itu sudah diakui dan dihormati sebagai peneliti,pergi cuti ke Eropa. tahun 1852 dia kembali ke Jawa,kemudian dia memusatkan perhatiannya terutama pada metode penanaman pohon kina,yang sebelumnya telah dimulai dicobakan oleh HaBkal,setelah kepadanya diserahkan pengelolaan penanaman kina secara keseluruhan tahun 1858,Junghuhn lalu memilih tempat tinggalnya di Lembang,Kab.Bandung,menerbitkan beberapa karyanya,akan tetapi dalam usia 55 tahun dia meninggal dunia pada tanggal 21 April 1864 di Lembang,daerah utara Bandung.Disebabkan karena penyakit apa yang disebut"demam iklim yang nakal",bahwa itu Malaria,tidak dipastikan,akan tetapi pendiri perkebunan kina di Jawa pun tentu tidak dapat dikecualikan dari hal itu.


   sumber:Napak Tilas Jerman-Indonesia Abad ke-16 hingga ke-19


DIJUAL BUKU-BUKU LAWAS ... !!!